0 0
Read Time:1 Minute, 58 Second

Pagerbarang – Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April setiap tahunnya. Tahun ini, SMP Negeri 1 Pagerbarang ikut memeriahkan Hari Kartini dengan berbagai kegiatan seperti upacara bendera dan lomba-lomba.

Upacara bendera kali ini menarik karena petugas upacara merupakan para ibu guru dan staf TAS STUPA. Para ibu guru dan staf TAS sudah berlatih beberapa hari sebelumnya untuk upacara spesial ini. Mereka sangat antusias melaksanakannya karena teringat begitu besar perjuangan Ibu Kartini untuk menjadikan kehidupan para perempuan Indonesia bisa memiliki posisi yang sejajar dengan pria. Keberadaan mereka saat ini di STUPA tentu tidak luput dari perjuangan Ibu Kartini di masa lalu. Kartini masa kini hadir dalam berbagai wajah, seperti guru di pelosok negeri yang mengajarkan anak-anak perempuan, perempuan kepala keluarga yang mandiri, aktivis yang memperjuangkan hak-hak perempuan, hingga politisi perempuan yang memimpin perubahan dalam kebijakan publik. Menghidupkan semangat Kartini artinya mendorong perempuan untuk berani bermimpi, mengambil keputusan, dan memiliki ruang yang sama dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan politik. Setiap perempuan yang berani bermimpi dan berjuang mewujudkannya adalah penerus semangat dan makna perjuangan Kartini yang sebenarnya. Oleh karena itu, pelaksanaan upacara kali ini didedikasikan untuk beliau sebagai wujud rasa terima kasih atas terwujudnya mimpi-mimpi perempuan Indonesia.

Setelah upacara, kegiatan selanjutnya yaitu lomba-lomba. Ada 3 jenis lomba yang diikuti oleh para siswa kelas 7 dan 9 yaitu Lomba Fashion Show, Lomba Menyajikan Nasi Goreng, dan Lomba Membaca Puisi. Lomba Fashon Show dilaksanakan di lapangan STUPA. Pesertanya merupakan sepasang siswa dan siswi tiap kelas. Mereka berjalan beriringan dengan menggunakan kostum yang serasi. Ada beberapa kostum yang menarik, seperti peserta menggunakan baju pengantin, ada juga yang menggunakan kostum pejuang yang disampirkan bendera merah putih oleh pasangannya. Mereka tampil dengan kreativitasnya masing-masing. Lomba Menyajikan Nasi Goreng dilaksanakan di kelas. Peserta menghias nasi goreng kemudian menyajikannya kepada juri. Tampilan nasi goreng sangat bervariasi dan menarik sehingga membuat perut lapar ingin mencobanya. Lomba terakhir yaitu Membaca Puisi. Lomba ini dilaksanakan di Panggung STUPA. Peserta mencari sendiri puisi di internet dengan tema Emansipasi Wanita. Lomba ini menilai bagaimana ekspresi, penghayatan, dan intonasi peserta ketika membaca puisi.

Semua lomba sudah dilaksanakan dengan lancar dan sudah ditentukan 3 juara per lomba. Juara lomba akan diumumkan ketika upacara bendera minggu berikutnya. Semoga kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan tiap tahun karena para siswa sangat antusias mengikutinya. Semoga mereka juga bisa meneladani perjuangan Ibu Kartini, terutama untuk calon Kartini masa kini.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *