Pagerbarang, 29 April 2026 — SMP Negeri 1 Pagerbarang mengadakan kegiatan pelatihan bagi kader Adiwiyata pada Rabu (29/4/2026) bertempat di lingkungan sekolah. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Tim Adiwiyata Pokja Pemberdayaan Kader dalam upaya meningkatkan kepedulian siswa terhadap pengelolaan lingkungan sekolah.
Pelatihan diikuti oleh 54 siswa kader Adiwiyata dari kelas VII dan VIII yang merupakan perwakilan dari masing-masing kelas. Para siswa mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan sampah serta praktik langsung pembuatan kompos sebagai bentuk penerapan pendidikan lingkungan hidup di sekolah.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi tentang pemilahan sampah dan budidaya maggot oleh Elvi Normahida. Ia merupakan anggota Yayasan Rukun (Rumah Pelopor Kepedulian Nusantara), sebuah yayasan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, edukasi lingkungan, dan kepedulian sosial.
Dalam pemaparannya, Elvi menjelaskan pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya serta manfaat budidaya maggot sebagai salah satu solusi pengolahan sampah organik yang ramah lingkungan. Para siswa tampak antusias mengikuti materi dan berdiskusi mengenai pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Sri Harwati mengenai pembuatan kompos dari sampah organik sekolah. Dalam sesi tersebut, siswa diberikan penjelasan tentang tahapan pengolahan sampah organik menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali untuk penghijauan sekolah.
Setelah mendapatkan materi, para siswa diajak untuk langsung mempraktikkan pembuatan kompos bersama para pemateri. Kegiatan praktik ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan pelatihan ini, diharapkan para kader Adiwiyata dapat menjadi pelopor dan penggerak bagi teman-temannya dalam menjaga kebersihan serta meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Dengan langkah kecil yang dimulai dari kader Adiwiyata, sekolah berharap budaya peduli lingkungan dapat terus tumbuh dan menjadi kebiasaan positif bagi seluruh warga sekolah.




