OSIS SMP Negeri 1 Pagerbarang peringati Hari Santri Tahun 2025. Peringatan dilaksanaka pada hari Jumat, 24 Oktober 2025 di Lapangan Basket SMP Negeri 1 Pagerbarang. Peringatan itu diikuti seluh siswa kelas 7, 8 dan 9 serta semua Guru dan karyawan TAS.
Dalam taushiyahnya, Ustadz Ridi Yulianto, S.Pd. menyampaikan Kilas Balik Sejarah Hari Santri dan betapa petingnya Santri dalam membangun Peradaban dan meraih Kemerdekaan RI. Disampaikan oleh ustadz bahwa sebelum tanggal 22 oktober 1945 Bung Tomo diutus oleh Presiden Ir. Soekarno untuk menghadap Hadrotusyaikh KH. Hasyim Asy’ari untuk meminta pendapat tentang hukum melawan penjajah, namun Hadrotusyaikh KH. Hasyim Asy’ari tidak langsung memberikan jawaban dan meminta waktu untuk melaksanakan istikharoh serta menyuruh Bung Tomo untuk kembali menghadap beberapa hari.
Tepat ditanggal 22 oktober beliau memanggil Bung Tomo untuk menghadap, dan ditanggal yang bersejarah itulah dicetuskan RESOLUSI JIHAD bahwa setiap muslim yang sudah mukalaf wajib hukumnya ikut serta berjuang memerangi penjajah “Hidup mulia atau mati syahid” dan langsung tersebar luas berita tersebut hingga kepelosok Surabaya. 22 Oktober juga menjadi akar dan cikal bakal terbitnya Hari Pahlawan ditanggal 10 November.
Ditambahkan oleh Ustadz Ridi, bahwa sebagai seorang santri maka kita harus tahu Prinsip dasar Santri agar selama belajar akan mendapatkan petunjuk dan keberkahan ilmu dari Allah SWT. Ada 3 Prinsip Dasar Santri yaitu : Berilmu, Beramal dan Bertaqwa.
Berilmu : Sabda Rasulallah SAW : Menuntut ilmu itu wajib bagi muslim dan muslimat. Seorang pelajar harus memenuhi enam syarat agar mendapat ilmu yang bermanfaat seperti yang dijelaskan dalam kitab Adabul Muta’alim yaitu cerdas, tekun, sabar, bermodal, taat petunjuk guru, waktu yang tidak sebentar.
Sebagai generasi Bangsa, selain berilmu juga harus bercita-cita yang tinggi untuk mendorong semangat belajar. Imam Syafi’I berkata:
فَكُنْ رَجُلاً رِجْلُهُ في الثَرَى وهامة همّته في الثريا
“Jadilah engkau seseorang yang memang kakinya berpijak di Bumi, namun cita-citanya mengangkasa tinggi diatas rasi bintang kejora “
Beramal : Berilmu dan beramal tidak dapat dipisahkan, keduanya harus berjalan bersama. Ilmu tanpa diamalkan tentu tidak akan bermanfaat, beramal tanpa ilmu maka amal akan tertolak.
Bertaqwa : Setelah berilmu dan beramal, seorang pelajar juga wajib bertakwa sebagai benteng spiritual kehidupan jiwa. Imam As-Syafi’i berkata:
حَيَاةُ الْفَتَى وَاللهِ بِالْعِلْمِ وَالتُّقَى # إِذَا لَمْ يَكُوْنَا لَا اعْتِبَارَ لِذَاتـِهِ
“Demi Allah, kehidupan manusia ditentukan oleh ilmu dan ketakwaan. Apabila keduanya sudah tidak ada, maka tidak ada lagi harga diri pada dirinya.”
Semoga keluarga besar SMP Negeri 1 Pagerbarang senentiasa mendapatkan taufik, hidayah dan keberkahan ilmu dari Allah SWT. Aamiin yaa Rabb.





