Pagerbarang – Banyak orang beranggapan bahwa literasi artinya membaca, padahal literasi berhubungan dengan kemampuan berbahasa yang terdiri dari menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Literasi di Indonesia masih rendah sehingga semua sekolah diwajibkan untuk mengajak siswanya berliterasi, entah dengan membaca buku setiap hari, menyimak berita-berita di televisi, atau dengan cara lainnya.
Salah satu program di SMP Negeri 1 Pagerbarang yaitu adanya Jumat Literasi. Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan siswa berliterasi dengan berbagai cara salah satunya dengan menyimak sebuah cerita. Pada kesempatan ini, SMP Negeri 1 Pagerbarang mengundang salah satu pendongeng handal dari Tegal bernama Kak Tedi. Selain pendongeng, Beliau juga motivator dan trainer nasional Indonesia yang sudah malang melintang di dunia dongeng. Selain itu, Beliau juga memiliki segudang pengalaman dan prestasi dalam bidang dongeng.

Pada kegiatan Jumat Literasi kali ini, Kak Tedi menceritakan dongeng dengan tema “Sampahku Tanggung Jawabku”. Ceritanya berkisah tentang Udin yang akan wawancara pekerjaan di suatu perusahaan. Ketika menunggu giliran, Udin memungut sampah yang ada di ruangan tersebut. Setelah masuk ke ruangan, Udin langsung diterima kerja tanpa wawancara karena pemilik perusahaan melihat apa yang Udin lakukan melalui CCTV. Dia senang dengan kebiasaan Udin untuk membuang sampah di tempatnya walaupun itu bukan sampahnya. Dari dongeng ini, banyak pesan positif yang bisa menjadi pembelajaran untuk para siswa. Bagaimana mereka harus membangun karakter diri yang baik semenjak kecil contohnya membuang sampah dibiasakan pada tempatnya. Seberapa berpengaruhnya kebiasaan yang baik terhadap proses kehidupan mereka di masa depan.
Kak Tedi membawakan dongeng ini dengan sangat baik dan menarik. Ada iringan musik dan juga nyanyian-nyanyian penyemangat diri, ditambah lagi dengan gerakan-gerakan lucu dan tiruan suara yang mirip dengan aslinya. Hal ini membuat para siswa merasa terhibur dan bahagia. Semoga dongeng yang disampaikan oleh Kak Tedi bisa memberikan kesadaran kepada para siswa untuk selalu membuang sampah pada tempatnya dan selalu mencintai lingkungan sehingga mereka akan risih jika ada sampah berserakan.


