Generasi muda STUPA kembali buktikan kecintaan pada bahasa ibu melalui bakat mendongeng dan berpidato bahasa jawa.
Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Tegal tahun ini menjadi ajang bergengsi yang sarat makna, sekaligus wujud nyata upaya pelestarian bahasa daerah. Kegiatan yang digelar pada selasa, 2 September 2025 bertempat di SMP Negeri 3 Slawi dengan semarak tersebut mempertemukan para siswa berbakat dari berbagai sekolah di Kabupaten Tegal untuk berlomba. Ada 7 cabang lomba utama dengan 14 kategori, di antaranya lomba berpidato putra dan putri, mendongeng putra dan putri, nulis cerkak putra dan putri, maca lan nulis aksara Jawa putra dan putri, ndagel ijen putra dan putri, macapat putra dan putri, serta geguritan putra dan putri.
FTBI bukan sekadar lomba biasa, melainkan wadah untuk menyalurkan kreativitas, menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa ibu, serta mengasah keterampilan berbahasa dan berkesenian tradisional. Para peserta ditantang untuk tampil maksimal, menunjukkan kemampuan terbaik dalam mengolah kata, menyampaikan pesan, dan menjaga nilai budaya luhur warisan leluhur.
Dalam kompetisi bergengsi ini, siswa dari sekolah kami SMP Negeri 1 Pagerbarang berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan. Dua cabang lomba berhasil diraih dengan gemilang, yakni Juara 1 lomba Mendongeng Putra atas nama Syukroni Aji Alfarizi dari kelas VII C dan Juara 1 lomba Pidato Putra atas nama Argi Yuda Pratama dari kelas IX H. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras, latihan disiplin, serta dukungan dari guru dan orang tua mampu melahirkan generasi muda yang unggul, kreatif, sekaligus berkarakter.
Lomba mendongeng putra yang diraih dengan juara pertama menunjukkan kepiawaian peserta dalam menyajikan kisah dengan penuh ekspresi, intonasi yang tepat, serta penghayatan yang mendalam. Sementara itu, juara 1 lomba pidato putra membuktikan kemampuan luar biasa dalam menyampaikan gagasan dengan bahasa Jawa yang lugas, jelas, dan menyentuh hati pendengar.
Guru pembimbing lomba, dalam kesempatan wawancara, menyampaikan rasa syukurnya atas capaian tersebut. “Anak-anak sudah berlatih dengan sungguh-sungguh. Kami hanya membimbing dan memotivasi, namun semangat dan kerja keras mereka yang menjadikan hasil ini begitu membanggakan. Semoga prestasi ini bisa menjadi penyemangat bagi siswa lainnya untuk terus berkreasi dan mencintai bahasa daerah kita,” ungkap dengan penuh haru.
Senada dengan itu, Kepala Sekolah juga menyampaikan apresiasi tinggi. “Prestasi ini tidak hanya membawa nama baik sekolah, tetapi juga menjadi bukti bahwa pelestarian bahasa ibu dapat diwujudkan melalui generasi muda. Kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan yang mengembangkan potensi siswa, khususnya dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya,” tegasnya.
Keberhasilan ini diharapkan mampu memotivasi siswa lain untuk lebih giat berlatih, mencintai bahasa ibu, serta berani berkompetisi di ajang-ajang serupa, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. Lebih dari itu, melalui kegiatan FTBI, generasi muda diingatkan bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga identitas dan jati diri yang harus dijaga kelestariannya. Dengan diraihnya dua juara pertama di lomba FTBI Kabupaten Tegal tahun 2025, sekolah kami semakin mantap melangkah untuk terus membina potensi siswa dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya. Terutama persiapan Menuju tingkat provinsi bulan depan. Prestasi ini sekaligus menjadi awal dari harapan besar yaitu mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga berakar kuat pada budaya lokal yang luhur.


